Senin, 21 November 2016

GEBYAR BELA BELI PRODUK UMKM PURWOREJO

Pemerintah Kabupaten Purworejo melalui SKPD Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan dan Pariwisata Kabupaten Purworejo, akan melaksanakan kegiatan bertajuk Sengkuyung Gathuk Mathuk Manthuk Manthuk (Gebyar Bela Beli) pada tanggal 23–27 November 2016. Kegiatan akan dilaksanakan di Alun-Alun Kabupaten Purworejo mulai pukul  09.00 WIB sampai dengan 21.00 WIB.  Pada kegiatan tersebut juga akan diisi pameran berbagai produk UMKM.
Gelaran itu sendiri digelar merupakan murni kegiatan Bidang Koperasi dan UMKM, yang berbeda dengan gelaran Purworejo Ekspo, seperti yang telah dilaksanakaan beberapa kali di Purworejo. Hal itu ditegaskan oleh Kepala Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan dan Pariwisata kabupaten Purworejo, Suhartini, saat gelar jumpa pers di Ruang Rapat Asisten Sekda Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Senin (21/11).
Kegiatan bertajuk Sengkuyung Gathuk Mathuk Manthuk Manthuk (Gebyar Bela Beli) digelar dalam rangka mengangkat potensi Produk UMKM Kabupaten Purworejo, agar dikenal masyarakat luas dengan harapan berdampak pada peningkatan produktifitas usaha.
“Dengan pameran Produk UMKM ini diharapkan potensial pengusaha dan masyarakat akan dapat memperoleh informasi yang lengkap mengenai kualitas, kuantitas dan kontinuitas produk. Sehingga pada akhirnya akan dapat meningkatkan minat dan permintaan masyarakat baik lokal, regional maupun nasional. Sekaligus dalam rangka proteksi produk lokal dengan memasyarakatkan gerakan mencintai dan bangga menggunakan produk dalam negeri. Khususnya produk pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah Kabupaten Purworejo ditengah kita memasuki MEA 2016,” jelasnya.
Lebih lanjut dijelaskan, kegiatan sengkuyung gathuk mathuk manthuk manthuk (Kegiatan Gebyar Bela Beli) itu akan diikuti oleh para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah serta Koperasi di Kabupaten Purworejo.

"Khusus pelaku UMKM Kabupaten Purworejo difasilitasi 100 (Seratus) stand free dengan klasifikasi peserta yaitu 20 UMK Batik terbagi dalam 6 stand, 18 UMK Handycraf terbagi dalam 12 stand, 3 stand UMK Pembibitan,  4 stand difabel, 32 stand Kecamatan dengan aneka produk dari kelompok KWT, PKH, PNPM, 7 stand UMK Kuliner, 4 Stand Industri olahan gula jawa/kristal, dan 38 stand merupakan UMK Aneka makanan olahan dan mengangkat potensi Seni Budaya tradisional dengan tampilan berupa Tarian Ndolalak dan Kesenian Jaran Kepang serta hiburan lainnya," terangnya.
Adapun sumber anggaran kegiatan itu, lanjutnya, dilaksanakan dengan menggunakan dana APBD Perubahan Tahun 2016 sebesar Rp 200 juta.
"Intinya gebyar bela beli ini bukan seperti kegiatan Purworejo eskpo. Dan kegiatan Purworejo ekspo itu sendiri juga masih akan dilaksanakan, namun bukan dari kegiatan Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan dan Pariwisata kabupaten Purworejo. Kegiatan gebyar bela beli ini, nantinya juga akan didukung dengan penampilan 18 tim kesenian daerah, mulai hari pertama hingga acara selesai, dengan harapan masyarakat bisa hadir dan ikut mensukseskan gelaran ini," pungkasnya.

1 komentar: