Pemerintah Kabupaten Purworejo melalui
SKPD Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan dan Pariwisata Kabupaten
Purworejo, akan melaksanakan kegiatan bertajuk Sengkuyung Gathuk Mathuk
Manthuk Manthuk (Gebyar Bela Beli) pada tanggal 23–27 November 2016.
Kegiatan akan dilaksanakan di Alun-Alun Kabupaten Purworejo mulai pukul
09.00 WIB sampai dengan 21.00 WIB. Pada kegiatan tersebut juga akan
diisi pameran berbagai produk UMKM.
Gelaran itu sendiri digelar merupakan
murni kegiatan Bidang Koperasi dan UMKM, yang berbeda dengan gelaran
Purworejo Ekspo, seperti yang telah dilaksanakaan beberapa kali di
Purworejo. Hal itu ditegaskan oleh Kepala Dinas Koperasi Perindustrian
Perdagangan dan Pariwisata kabupaten Purworejo, Suhartini, saat gelar
jumpa pers di Ruang Rapat Asisten Sekda Bidang Ekonomi dan Pembangunan,
Senin (21/11).
Kegiatan bertajuk Sengkuyung Gathuk
Mathuk Manthuk Manthuk (Gebyar Bela Beli) digelar dalam rangka
mengangkat potensi Produk UMKM Kabupaten Purworejo, agar dikenal
masyarakat luas dengan harapan berdampak pada peningkatan produktifitas
usaha.
“Dengan pameran Produk UMKM ini
diharapkan potensial pengusaha dan masyarakat akan dapat memperoleh
informasi yang lengkap mengenai kualitas, kuantitas dan kontinuitas
produk. Sehingga pada akhirnya akan dapat meningkatkan minat dan
permintaan masyarakat baik lokal, regional maupun nasional. Sekaligus
dalam rangka proteksi produk lokal dengan memasyarakatkan gerakan
mencintai dan bangga menggunakan produk dalam negeri. Khususnya produk
pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah Kabupaten Purworejo ditengah kita
memasuki MEA 2016,” jelasnya.
Lebih lanjut dijelaskan, kegiatan
sengkuyung gathuk mathuk manthuk manthuk (Kegiatan Gebyar Bela Beli) itu
akan diikuti oleh para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah serta
Koperasi di Kabupaten Purworejo.
"Khusus pelaku UMKM Kabupaten Purworejo difasilitasi 100 (Seratus) stand free dengan klasifikasi peserta yaitu 20 UMK Batik terbagi dalam 6 stand, 18 UMK Handycraf terbagi dalam 12 stand, 3 stand UMK Pembibitan, 4 stand difabel, 32 stand Kecamatan dengan aneka produk dari kelompok KWT, PKH, PNPM, 7 stand UMK Kuliner, 4 Stand Industri olahan gula jawa/kristal, dan 38 stand merupakan UMK Aneka makanan olahan dan mengangkat potensi Seni Budaya tradisional dengan tampilan berupa Tarian Ndolalak dan Kesenian Jaran Kepang serta hiburan lainnya," terangnya.
"Khusus pelaku UMKM Kabupaten Purworejo difasilitasi 100 (Seratus) stand free dengan klasifikasi peserta yaitu 20 UMK Batik terbagi dalam 6 stand, 18 UMK Handycraf terbagi dalam 12 stand, 3 stand UMK Pembibitan, 4 stand difabel, 32 stand Kecamatan dengan aneka produk dari kelompok KWT, PKH, PNPM, 7 stand UMK Kuliner, 4 Stand Industri olahan gula jawa/kristal, dan 38 stand merupakan UMK Aneka makanan olahan dan mengangkat potensi Seni Budaya tradisional dengan tampilan berupa Tarian Ndolalak dan Kesenian Jaran Kepang serta hiburan lainnya," terangnya.
Adapun sumber anggaran kegiatan itu,
lanjutnya, dilaksanakan dengan menggunakan dana APBD Perubahan Tahun
2016 sebesar Rp 200 juta.
"Intinya gebyar bela beli ini bukan
seperti kegiatan Purworejo eskpo. Dan kegiatan Purworejo ekspo itu
sendiri juga masih akan dilaksanakan, namun bukan dari kegiatan Dinas
Koperasi Perindustrian Perdagangan dan Pariwisata kabupaten Purworejo.
Kegiatan gebyar bela beli ini, nantinya juga akan didukung dengan
penampilan 18 tim kesenian daerah, mulai hari pertama hingga acara
selesai, dengan harapan masyarakat bisa hadir dan ikut mensukseskan
gelaran ini," pungkasnya.
